Artikel Sekolah
Super Camp di Kaki Gunung Salak: Mewujudkan Santri Mandiri dan Rabbani

Super Camp di Kaki Gunung Salak: Mewujudkan Santri Mandiri dan Rabbani

Bagikan ini :

Pada tanggal 14–15 September 2025, SMP Islam Al-Hidayah  kembali menggelar salah satu program unggulan tahunan yang penuh makna dan pengalaman tak terlupakan, yaitu Super Camp. Kegiatan ini diselenggarakan di kawasan Hutan Pinus Kalimati, yang terletak di kaki Gunung Salak, dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai kemandirian, kekompakan, kepemimpinan, serta memperkuat karakter spiritual para santri.

Kegiatan dimulai pada Sabtu pagi dengan apel pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Ustadz Reno Saputra, S.Ud, didampingi oleh Ustadz Duduh Abdullah, S.Ud. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya mengambil pelajaran dari setiap aktivitas di alam terbuka sebagai sarana pembentukan akhlak, mental, dan kedekatan dengan Allah SWT. Dengan semangat dan wajah penuh antusias, para santri mengikuti apel dengan tertib, siap menapaki perjalanan menuju lokasi perkemahan.

Berbekal semangat ukhuwah dan jiwa petualang, para santri berjalan kaki menuju lokasi Super Camp, melewati jalur yang penuh pengalaman; menyusuri perkampungan warga, kebun-kebun hijau yang rimbun, serta vila-vila kecil yang berdiri anggun di lereng perbukitan. Perjalanan ini bukan hanya sekadar menuju tempat perkemahan, tetapi juga bagian dari proses belajar yang mengajarkan ketahanan fisik, kerja sama, serta rasa syukur atas nikmat ciptaan Allah yang begitu luar biasa.

Setibanya di lokasi perkemahan, para santri tidak langsung beristirahat, namun dengan sigap dan mandiri mereka segera mendirikan tenda masing-masing dengan bimbingan dari para asatidz. Proses mendirikan tenda ini menjadi momen latihan kemandirian dan kerja sama tim yang sangat berharga, di mana setiap santri dituntut untuk aktif, sigap, dan bertanggung jawab.

Setelah tenda berhasil didirikan, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Ashar berjamaah di tengah hamparan pinus yang sejuk dan teduh. Sholat ini kemudian diiringi dengan dzikir sore yang dipandu oleh Ananda Bariq dari kelas VIII, yang membacakan dzikir dengan tartil dan khusyu, menciptakan suasana damai dan syahdu di tengah hutan pinus.

Sore hari, para santri mendapatkan materi kepramukaan dari Kak Jafar, yang memberikan pembekalan tentang dasar-dasar survival, baris-berbaris, pengenalan arah mata angin, serta pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini disampaikan secara menarik dan interaktif sehingga para santri mengikuti dengan penuh semangat.

Menjelang malam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu “Noodle Time” yang dipandu oleh Ustadz Hafidz. Dalam sesi ini, para santri diajarkan bagaimana cara memasak mie secara mandiri, dengan alat dan bahan sederhana yang mereka bawa sendiri. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik mereka untuk mampu mengurus diri sendiri, terutama dalam situasi jauh dari kenyamanan rumah.

Setelah menikmati sajian mie hasil masakan sendiri, para santri bergegas untuk bersih-bersih dan bersiap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, yang diimami oleh Ananda Muazzam Ramadhan Sakhi dari kelas IX. Seusai sholat, para santri duduk melingkar mendengarkan tausiyah inspiratif dari Ketua Manajemen Pendidikan Yayasan Islam Al-Huda Bogor, Ustadz Anas Abdillah, S.Ud. Dalam tausiyah yang bertemakan “Menjadi Generasi Rabbani”, beliau mengingatkan pentingnya membentuk kepribadian santri yang kuat, cerdas, serta dekat dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Malam terus berlanjut, namun semangat para santri tidak surut. Setelah melaksanakan sholat Isya berjamaah yang dipimpin oleh Ananda Iftinan dari kelas IX, kegiatan dilanjutkan dengan coffee break dan sesi keakraban bertajuk “Tasyjí Dáwi”, yaitu suasana hangat dan santai yang dipandu oleh Ustadz Imam, S.Ud. Pada sesi ini, para asatidz berbagi cerita, motivasi, dan pengalaman hidup yang membangun semangat serta hubungan emosional yang lebih dekat dengan para santri.

Acara keakraban kemudian semakin semarak dengan berbagai penampilan yel-yel, nasyid, games kecil, kuis tebak-tebakan lucu, yang semuanya dikelola oleh OSMA (Organisasi Santri Madrasah Al-Hidayah). Suasana penuh tawa, kreativitas, dan persaudaraan ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak harus selalu formal, namun bisa juga dilakukan dalam suasana gembira. Puncaknya adalah acara bakar ayam bersama, di mana para santri kembali belajar mengolah makanan sambil menikmati malam yang penuh bintang dan aroma asap dari kayu bakar yang khas.

Hari kedua dimulai dengan sholat malam (qiyamul lail) yang dipimpin oleh Ananda Luthfi Hamka Perwira dari kelas IX, sebuah kegiatan spiritual yang membangkitkan kedekatan kepada Allah di tengah sunyi dan dinginnya malam. Setelah sholat malam, para santri merenung bersama dalam sesi renungan malam yang disampaikan dengan penuh keteduhan oleh Ustadz Fahmi, yang mengajak para santri untuk merenungkan perjalanan hidup, tanggung jawab sebagai pelajar, dan pentingnya taat kepada orang tua dan guru.

Pagi harinya, para santri kembali menunaikan sholat Subuh berjamaah, dipimpin oleh Ananda Luthfi Hamka Perwira, kemudian dilanjutkan dengan dzikir pagi bersama Ananda Ibrahim dari kelas IX. Dzikir yang dilakukan bersama-sama di tengah alam terbuka menambah kesyahduan pagi yang sejuk dan damai.

Setelah itu, para santri mengikuti tausiyah pagi dari Kepala Sekolah, Ustadz Reno Saputra, S.Ud, yang memberikan motivasi dan pengarahan tentang pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu dan menjadi santri yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat. Kemudian, para santri mengikuti senam pagi yang dipandu oleh Ustadz Duduh Abdullah, S.Ud, sebagai bentuk penyegaran fisik setelah semalam beraktivitas penuh.

Setelah senam, para santri kembali memasak sarapan mereka sendiri secara mandiri. Aktivitas memasak ini menjadi pelengkap pelatihan hidup mandiri selama dua hari satu malam di alam terbuka. Setelah sarapan dan beres-beres perlengkapan, kegiatan berlanjut dengan hiking menuju curug (air terjun) yang berada di sekitar kawasan Gunung Halimun Salak. Perjalanan hiking ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi para santri. Mereka menikmati keindahan alam, mendengarkan gemericik air terjun, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan rasa takjub dan bahagia.

Kegiatan Super Camp ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Para santri terlihat sangat senang dan berbahagia, bukan hanya karena suasana alam yang indah, tetapi karena mereka mendapatkan banyak pelajaran hidup yang nyata. Mereka belajar hidup mandiri, bekerjasama dalam tim, menjaga ibadah di tengah alam, serta mempererat ukhuwah dengan teman dan guru.

Pada akhir kegiatan, seluruh civitas SMP Islam Al-Huda Bogor menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia pelaksana, baik dari kalangan asatidz maupun OSMA, yang telah bekerja keras menyiapkan dan menjalankan kegiatan ini dengan sukses. Tidak lupa, terima kasih yang tulus juga disampaikan kepada para orang tua dan Komite Sekolah, yang telah memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk materiil maupun doa, sehingga kegiatan Super Camp ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh makna.

Semoga kegiatan Super Camp ini menjadi bagian dari proses pembentukan generasi santri yang tangguh, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa Rabbani yang senantiasa dekat kepada Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya.

Klik Disini untuk melihat cuplikan kegiatan Supercamp Alhidayah

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *