Bagikan ini :

Adab  Muslimah Sebagai Orang Tua, Istri, Anak, Saudara, Tetangga Dan Sahabat Di Masa Kesulitan.

Seorang muslimah adalah sosok yang sangat beruntung. Ia telah dibimbing oleh agamanya untuk menjadi manusia yang selalu bahagia baik di saat hidup penuh kenikmatan atau di saat datang kesilitan.

Untuk menghadapi kesulitan hidup, maka sorang muslimah telah diberikan senjata untuk mampu menghadapinya dan tegar di atasnya. Berikut ini adalah adab-adab umum seorang muslimah baik ketika ia menjadi orang tua untuk anak-anak, istri, saudara, atau apapun posisinya.

 

Pertama: Bersabar atas semua kesulitan dan cobaan hidup. Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ،  وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya. (H.R Muslim).

 

Kedua: Ketika ekonomi terasa sulit di dapat, dan diuji dengan kemiskinan, selain bersabar maka seorang muslimah harus lebih menghemat pengeluaran, dan tidak belanja kecuali hal primer. Hal ini pun pernah dialami oleh Rasulullah selama tiga purnama atau dua bulan berturut-turut. Waktu itu beliau hanya makan air dan kurma saja.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ لِعُرْوَةَ ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ ثُمَّ الْهِلَالِ ثَلَاثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ وَمَا أُوقِدَتْ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ فَقُلْتُ يَا خَالَةُ (يَا خَالَتِ) مَا كَانَ يُعِيشُكُمْ (يُعَيِّشُكُمْ) قَالَتِ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ إِلَّا أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِيرَانٌ مِنَ الْأَنْصَارِ كَانَتْ لَهُمْ مَنَائِحُ وَكَانُوا يَمْنَحُونَ (يَمْنِحُونَ) رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَلْبَانِهِمْ فَيَسْقِينَا

Dari Aisyah radiallahu’anha, ia berkata kepada Urwah “ wahai putra saudariku, sungguh kami pernah melihat hilal, kemudia hilal hingga tiga kali dalam dua bulan, dan di rumah Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam tidak dinyalakan tungku apinya. Kemudian aku (urwah) berkata, “wahai bibiku, lantas apa yang menghidupi kalian? Aisyah berkata: Al-Aswadan, yaitu kurma dan air. Hanya saja terkadang ada tetangga Rasul dari Ansar membawakan pemberian berupa susu dan memberikan kami minum susu (H.R Bukhari).

 

Ketiga Menjadi seorang wanita harus memenuhi hatinya dengan keimanan dan ketakwaan. Hal ini penting sebab wanita beriman dan bertakwa akan melahirkan anak yang beriman dan bertakwa pula. Bahkan semua karakternya biasanya akan dicontoh oleh anak, saudara, ibu atau siapapun yang dekat dengannya. Dan ketakwaan ini lah yang akan memjadikan semua kesulitan hidup menjadi mudah.. Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Siapapun yang bertakwa kepada Allah niscaya ia akan mempermudah urusannya (At-Talaq: 4).

 

Keempat: Wanita yang baik adalah wanita yang bersabar atas ujian, kekurangan harta, sakit, atau ujian lainnya. Dia mengimani bahwa semua sudah ditentukan oleh Allah. Dan dia selalu mengharap pahala dari sifat sabar yang dijalaninya.

عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ

“Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak“. (H.r Abu Daud).

 

Kemudian berikut ini ada beberapa akhlak yang khusus dimiliki Wanita ketika ia menjadi Ibu, Anak, Istri atau Sahabat.

  1. Ketika menjadi ibu seorang ibu harus Lembut kepada anak kecil dan menjaga harta suami. Rosulullah bersabda:

خيرُ نساءٍ ركِبْنَ الإبلَ صالحُ نساءِ قريشٍ؛ أحناه على ولدٍ في صغره، وأرعاه على زوجٍ في ذات يده

Sebaik-baik wanita yang mengendari unta adalah wanita sholeh dari Suku Quraisy; paling lembut kepada anak di usia kecil dan paling menjaga pada harta suami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

  1. Setiap anak pada awalnya memilii kepribadian yang lurus, bertauhid dan semuanya bisa berubah karena salah didikan. Maka ibu yang baik adalah ibu yang menjaga ketauhidan anaknya

Rasulullah bersabda:

كلُّ مولودٍ يُولَد على الفطرة؛ فأبواه يُهوِّدانِه، أو يُنصِّرانِه، أو يُمجِّسانِه

Setiap anak yang dilahirkan, terlahir dalam keadaan fitrah (islam) lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi (H.R Bukhari).

 

  1. Seorang wanita ketika menjadi ibu maka ia harus berbuat adil terhadap anak-anaknya, dan tidak boleh pilih kasih. Sebab hal ini jika terjadi akan menjadi kecemburuan antara anak dan menjadi permusuhan di antara mereka. Rasulullah bersabda:

اتقوا الله واعدلوا بين أولادكم

Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adil lah di antara anak-anak kalian (H.R Ibn Abi Syaibah).

 

  1. Sebagai seorang muslimah harus memilih teman karib yang baik sesama muslimah dan semanhaj Ahlussunnah wal jamaah, sebab jika kita bergaul dengan oang-orang kafir dan fasik maka lambat laun kita akan terbawa dalam kefasikan. Adapun sesekali bermuamalah dengan non muslim yang tidak memusuhi Islam maka tiadk di larang. Renungkanlah firman Allah berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29).

 

  1. Istri yang baik selalu ada di rumah, kecuali jika ada kebutuhan harus keluar. Karena semua pekerjaan utama seorang wanita ada di rumahnya, baik merapihkan rumah, menyambut suami, mendidik anak-anak, menjaga sifat malu dll.
  2. Wanita yang baik adalah wanita yang memiliki rasa malu yang tinggi, malu ketika sedikit zikir kepada Allah, malu ketika terbuka auratnya, dan malu jika terlalu banyak menuntut pada suami padahal ia tahu sang suami sedang tak memiliki harta. Rasa malu seperti ini akan mendorongnya menjadi manusia terbaik. Dengan kebaikan ini pun maka diharapkan ia akan terbebas dari kesulitan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

  1. Istri yang baik adalah dia yang selalu menyenangkan suaminya, meringankan beban suaminya terutama di saat suami hidup dalam kemiskinan. Ia bersabar hingga suami bahagia dengan kesabarannya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai dan Ahmad)

  1. Istri yang baik adalah wanita yang bersyukur atas pemberian suami, dan bersabar ketika suami tidak bisa memenuhi keinginannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari).

 

oleh:
KH. Dr. Solahudin Ibrahim, Lc.,MA.Hum.
Mudir SMP Al Hidayah Islamic Boarding School

 

Info PPDB 2021/2022
Alamat : Jl. Curug Nangka Loa No. 26
Desa Tamansari, Sukajaya, Tamansari
Bogor, Jawa Barat 16610
Hubungi: 082216796410
Website: https://sekolahalhidayah.com
Google Map: https://bit.ly/2FpP2NE

Adab Muslimah Di Masa Kesulitan – SMP Al Hidayah Islamic Boarding School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *